Senin, 31 Januari 2011

Majas / Gaya Bahasa dalam Bahasa Indonesia

Majas adalah gaya bahasa dalam bentuk tulisan maupun lisan yang dipakai dalam suatu karangan yang bertujuan untuk mewakili perasaan dan pikiran dari pengarang. Majas dibagi menjadi beberapa macam, yakni majas perulangan, pertentangan, perbandingan dan pertautan. Dalam artikel ini hanya dijelaskan perbandingan dan pertentangan.
1. Gaya bahasa perbandingan
A. Majas Metafora
Majas metafora adalah gabungan dua hal yang berbeda membentuk suatu pengertian yang baru. Contoh : raja siang, kambing hitam, dll.
B. Majas Alegori
Majas alegori adalah cerita yang digunakan sebagai lambang yang digunakan untuk pendidikan. Contoh : anjing dan kucing, kelinci dan kura-kura, dsb
C. Majas Personifikasi
Majas personifikasi adalah gaya bahasa yang membuat banda mati seolah-olah hidup memiliki sifat-sifat manusia. Contoh :
- Kereta api tua itu meraung-raung di tengah kesunyian malam jumat pahing.
- awan menari-nari di angkasa
D. Majas Perumpamaan
Majas perumpamaan adalah suatu perbandingan dua hal yang berbeda, namun dinyatakan sama. Contoh :
- Bagaikan harimau pulang kelaparan
- Seperti manyulam di kain lapuk
E. Majas Antilesis
Majas antilesis adalah gaya bahasa yang membandingkan dua hal yang berlawanan. Contoh :
- Semua kebaikan ayahnya dibalas dengan keburukan yang menyakitkan.
2. Gaya Bahasa Pertentangan
A. Majas Hiperbola
Majas hiperbola adalah suatu gaya bahasa yang bersifat melebih-lebihkan. Contoh :
- Ibu itu terkejut setengah mati ketika mendengar anaknya tidak lulus ujian nasional.
B. Majas Ironi
Majas ironi adalah gaa bahasa yang bersifat menindir dengan halus. Contoh :
- Pandai sekali kau baru datang ketika rapat mau selesai
C. Majas Litotes
Majas litotes adalah gaya bahasa yang mengungkapkan sesuatu yang baik menjadi bersifat negatif. Contoh :
- Mampirlah ke gubuk saya! (padahal rumahnya besar dan mewah)

Jiwa Anak Tercermin dari Lukisannya

Sebelum bubar sekolah, saya memesan kepada murid-murid saya membersihkan meja dan memungut sampah yang ada didalam ruangan kelas. Ketika anak-anak sibuk mengumpulkan buku-buku, pensil dan peralatan sekolahnya dimasukkan kedalam tas, menunggu lonceng pulang berbunyi.
Saya melihat didekat tempat duduk Nana ada selembar tissue, saya lalu memperingati dia, “Nana , tolong buang tissue yang ada didekat kakimu.”
“Bukan saya yang membuang tissue itu!” Nana menjawab dengan ketus.
Saya memandang kepadanya dan berkata “Ehm, walaupun bukan engkau yang membuang, engkau dapat berbuat amal membuangnya!”
Mendengar kata “amal” setiap anak kecuali Nana berebutan membuang tissue itu.
Setelah lonceng berbunyi semua anak-anak meninggalkan ruang kelas, hanya Nana yang duduk di ruang kelas menunggu ibunya, “Kenapa tadi ibu guru menyuruh kamu memungut tissue yang ada dilantai engkau tidak mau melakukannya?” Saya sekali lagi dengan penasaran bertanya kepadanya.
“Saya tidak ingin memungut!” dengan ketus dia menjawab, mendengar kata-katanya yang ketus saya merasa tidak enak.
Nana adalah seorang murid yang tahun lalu tidak naik kelas, ibunya sangat heran kenapa anak yang begitu pintar setiap hari menangis tidak mau pergi ke sekolah, sifatnya membuat guru-guru juga tidak menaruh simpati kepadanya, sehingga sangat memusingkan ibunya.
Pertama kali dia masuk kedalam kelas saya, melihat sifat yang ketus itu saya selalu berkata kepada diri sendiri, “Tidak apa-apa, pada suatu hari saya pasti bisa merubahnya.”
Setelah dua semester berlalu, dengan sekuat tenaga dan kesabaran saya membantunya, tetapi Nana masih tidak berubah, dia tidak serius belajar, hubungan dengan teman-teman sekelasnya juga sangat jelek, ibunya mengeluh dia selalu ribut dengan adiknya dan selalu melawan bapaknya.
Teman-teman kelasnya juga sangat tidak puas dengan perbuatannya, pada suatu hari beberapa teman kelas mengeroyoknya.
Nana sambil menangis berkata, “Semua orang tidak suka kepada saya, tidak mau bermain dengan saya, saya tidak mau sekolah lagi, sekolah adalah neraka, setiap muridnya adalah hantu….”
Saya dengan heran bertanya, “Ibu guru? Apakah ibu guru juga hantu?”
Tanpa berpura-pura dia mengganguk kepala mengiyakan.
Jawaban dari Nana membuat saya menghela nafas,”Anak malang sungguh kasihan! Yang dia lihat hanya kesalahan orang lain, hanya kejelekkan dari orang lain, dia tidak tahu kesalahan yang paling besar adalah dirinya sendiri”
Medengar perkataannya membuat saya sangat kecewa, saya merasa metode pengajaran saya yang selalu menerapkan kebaikan tidak selamanya bisa diterima oleh setiap murid.
“Jika ingin melihat dunia yang berada di mata anak, terlebih dahulu kita harus berlutut, posisi kita harus sama tinggi dengan anak ini memandang dunia ini.”
Perkataan ini menyadarkan saya, apakah selama ini saya sudah benar-benar sabar, benar-benar memperhatikannya, benar-benar sudah berusaha, benar-benar dengan cinta kasih membimbingnya?.
Mulai sekarang saya akan berusaha dengan keras memberi lebih banyak perhatian dan kasih sayang dan berusaha memahami jiwanya, setiap anak mempunyai kelebihan dan kekurangan, hanya dengan kesabaran, toleran, selalu memperhatikannya, mengajarkan kepadanya kekurangannya dan memperbaiki kesalahannya,  jangan pelit memberi kata pujian jika ia berbuat dengan baik, membimbing bakat yang dimiliki, dan membuat teman-teman sekelas yang lain mengetahui bahwa hari ini guru sudah memujinya.
Perlahan-lahan nama Nana sudah terdapat di buku kelakuan baik, saya sengaja membaca namanya didepan kelas untuk berbagi dengan teman-teman dikelasnya, saya menyuruh mereka mencatat kelakuan baik yang dilakukan teman-teman sekelas mereka, supaya bisa membimbing mereka  mengetahui setiap orang mempunyai kelebihan dan kebaikan hati.
Selain itu saya secara rahasia mengumpulkan beberapa murid menyuruh mereka selama jam istirahat secara bergilir bermain dengan Nana, untuk mencairkan sifat ketusnya terhadap orang lain.
Setelah beberapa waktu berlalu, senyum Nana makin hari makin bertambah, perkataan yang diucapkan juga makin hari makin lembut.
Suatu hari saya bertanya kepada Nana, “Sekarang, bagaimana perasaanmu datang ke sekolah?” Nana berkata, “Akan saya lukiskan kepada ibu guru.”
Bakat melukis Nana sangat besar, diatas kertas putih lukisan yang dilukis dibagi atas dua bagian, dibagian pertama dilukis puluhan hantu kecil dengan gigi taring berada di dalam neraka, disamping itu ada sebuah wajan besar yang berisi minyak panas, di bagian kedua dilukiskan surga, setiap anak dengan sayapnya seperti malaikat, ibu guru juga berada disini.
Didalam lukisan ini saya bisa melihat perubahan dari Nana, membuat saya merasa bersemangat kembali, metode pengajaran yang sabar dan toleran sungguh membuahkan hasil, membuat dia tumbuh semakin dewasa dan membaik.

Selasa, 07 Desember 2010

Pendidikan Seni Tari Perlu Dikenalkan Anak Sejak Usia Dini

"Kendati seni tari hanya diajarkan 1-2 jam per minggu, namun sekolah dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengikuti pelajaran seni tari di luar jam pelajaran atau ekstrakulikuler," katanya ketika ditemui di sela-sela Pesta Kesenian Anak Mutiara Indonesia V (23-25 Maret 2007), di Gedung Kesenian Jakarta, kemarin.

Pimpinan Sanggar Ina Kreativa itu berharap, melalui pemberian pendidikan seni tari, para siswa dan siswi dapat belajar berekspresi diri, beraktualisasi diri, kreatif, menghargai perbedaan dan membangun kebersamaan.

"Pemberian pendidian seni akan menumbuhkan berbagai kecerdasan khususnya kecerdasan kinestetik, serta belajar untuk dapat mengapresiasi keberagaman budaya Indonesia melalui gerakan tariannya," ujar Ina yang kini juga pengajar Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

Sementara itu, Ketua Jurusan Seni Tari, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS UNJ), Tuteng Suwandi, SKar mengatakan, pendidikan kesenian tidak hanya memberikan pengetahuan secara kognitif, melalinkan secara komprehensif, anak diajak menikmati, menghayati, menghargai karya seni dengan menjadi pelaku atau penonton.

Untuk itu, katanya, Jurusan Seni Tari FBS UNJ mempunyai komitmen melaksanakan dan selalu mengembangkan pendidikan kesenian bagi anak,

Pesta kesenian anak itu menampilkan berbagai kreativitas anak-anak, seperti tarian-tarian, musik, tetater, dan dongeng.

"Acara ini diselenggarakan dengan harapan bahwa anak-anak Indonesia akan terus berkesenian, berpendidikan, berhati nurani, berbagi rasa, berdisiplin, dan bergembira," kata Direktur Gedung Kesenian Jakarta, Marusya Nainggolan.
Menurut dia, anak-anak sudah selayaknya diberi ruang gerak dalam menyampaikan suasana hati dan berekspresi.

Suara gelak tawa dan suasana riang pun seketika itu mewarnai gedung pertunjukan seni ini. Para penonton tidak bisa menahan kegeliannya ketika 10 penari anak-anak dari Kelompok Sosial Pencinta Anak (KSPA) Taman Kanak-kanak Keliling Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mempertunjukkan tarian "Pukul Gendang".

Dalam tarian tersebut, penari menggunakan galon sebagai alat menari, namun di tengah-tengah pertunjukan, seorang penari harus mengejar galon yang terlepas dari tangannya.(*)

Bahasa Indonesia Untuk Sekolah Dasar

Ini Budi.
Ini kakak Budi.
Ini adik Budi.

Masa kecil saya dulu sudah terdoktrin akan bahagianya kehidupan kakak beradik Wati-Budi-Iwan, dan betapa bijak dan welas asihnya Ibu Budi & Bapak Budi.  Gambaran keluarga yang nyaris sempurna [coz absolute perfection only belongs to GOD, of course].

...namun betapapun nyaris sempurnanya mereka, toh tetap menyisakan banyak konflik pada benak saya semasa kecil dulu...

Studi kasus:
Ada bapak Budi, ada ibu Budi. Lantas kemana
Bapak Wati, Ibu Wati, Bapak Iwan, ataupun Ibu Iwan?
Ooo berarti Wati dan Iwan mungkin yatim piatu, mereka sudah tidak punya orangtua, lantas dipungut anak oleh bapak & ibu Budi.

Teman saya di kemudian hari urun pendapat bahwa Wati dan Iwan mungkin anak dari Bapak Budi, namun beda ibu.  Prinsip poligami, ehh?


Ok, jadi dalam benak saya kemudian bahwa kebahagiaan Wati dan Iwan cuma kamuflase belaka karena sepertinya hanya Budi-lah yang hidupnya terlengkapi.

Mestinya Wati mendapat anugerah 'Best Supporting Actress' dan Iwan sebagai 'Best Supporting Actor' karena mereka mampu memerankan karakter yang tegar meski kerap kalah pesona oleh sosok Budi sebagai panutan utama.

Kalau boleh saya berkhayal sekarang, Wati dan Iwan kini mungkin sudah tumbuh menjadi sosok yang lebih tahan banting.  Wati sudah menjadi aktivis pembela HAM dan seorang feminis sejati.  Iwan menjadi PNS yang jujur dan berdedikasi tinggi pada pekerjaannya.

Budi?  Hmm kehidupan yang lurus2 saja sejak kecil malah [mungkin] tidak mengasah mentalnya dengan baik.  Otaknya memang cerdas, mungkin dia sudah menjadi eksmud di ibukota.  Tapi ya itu tadi, kelakuannya mungkin a bit pathetic karena dia selalu ingin menjadi nomor 1.

Cynical?  Sarcastic?  Hehe, yang jelas buku ini sangat cocok untuk dijadikan referensi bacaan anak2 karena sudah jelas penokohan karakter di dalamnya mampu mengembangkan imajinasi para pembacanya...

Selasa, 16 November 2010

Memahami rantai dan jaring makanan

Pengetahuan Umum - Manusia dan Kehidupannya
Manusia adalah salah satu dari makhluk hidup yang diciptakan Sang Pencipta sebagai makhluk sosial. Artinya ia membutuhkan makhluk hidup lain dalam kehidupannya. Salah satu kebutuhan pokok manusia dan makhluk hidup lainnya adalah makan. Dalam proses makan ada yang disebut dengan rantai makanan. Rantai makanan adalah perpindahan energi makanan dari sumber daya tumbuhan melalui seri organisme atau melalui jenjang makan (tumbuhan-herbivora-carnivora).
Pada setiap tahap pemindahan energi, 80%–90% energi potensial hilang sebagai panas, karena itu langkah-langkah dalam rantai makanan terbatas 4-5 langkah saja. Dengan perkataan lain, semakin pendek rantai makanan semakin besar pula energi yang tersedia.
Ada dua tipe dasar rantai makanan: 
  1. Rantai makanan rerumputan (grazing food chain). Misalnya: tumbuhan-herbivora-carnivora.
  2. Rantai makanan sisa (detritus food chain). Bahan mati mikroorganisme (detrivora = organisme pemakan sisa) predator.
Macam-macam rantai makanan
Para ilmuwan ekologi mengenal tiga macam rantai pokok, yaitu rantai pemangsa, rantai parasit, dan rantai saprofit. 
  1. Rantai Pemangsa
  2. Rantai pemangsa landasan utamanya adalah tumbuhan hijau sebagai produsen. Rantai pemangsa dimulai dari hewan yang bersifat herbivora sebagai konsumen I, dilanjutkan dengan hewan karnivora yang memangsa herbivora sebagai konsumen ke-2 dan berakhir pada hewan pemangsa karnivora maupun herbivora sebagai konsumen ke-3.
  3. Rantai Parasit  
  4. Rantai parasit dimulai dari organisme besar hingga organisme yang hidup sebagai parasit. Contoh organisme parasit antara lain cacing, bakteri, dan benalu.
  5. Rantai Saprofit  
  6. Rantai saprofit dimulai dari organisme mati ke jasad pengurai. Misalnya jamur dan bakteri. Rantai-rantai di atas tidak berdiri sendiri tapi saling berkaitan satu dengan lainnya sehingga membentuk faring-faring makanan. 
Kumpulan dari rantai makanan nantinya akan menjadi sebuah jaring, yang sering disebut dengan jaring-jaring makanan.
Pada ekosistem, setiap organisme mempunyai suatu peranan, ada yang berperan sebagai produsen, konsumen ataupun dekomposer. Produsen adalah penghasil makanan untuk makhluk hidup sedangkan konsumen adalah pemakan produsen. Produsen terdiri dari organisme-organisme berklorofil (autotrof) yang mampu memproduksi zat-zat organik dari zat-zat anorganik (melalui fotosintesis). Zat-zat organik ini kemudian dimanfaatkan oleh organisme-organisme heterotrof (manusia dan hewan) yang berperan sebagai konsumen.
 Image
Sebagai konsumen, hewan ada yang memakan produsen secara langsung, tetapi ada pula yang mendapat makanan secara tidak langsung dari produsen dengan memakan konsumen lainnya. Karenanya konsumen dibedakan menjadi beberapa macam yaitu konsumen I, konsumen II, dan seterusnya hingga konsumen puncak. Konsumen II, III, dan seterusnya tidak memakan produsen secara langsung tetapi tetap tergantung pada produsen, karena sumber makanan konsumen I adalah produsen. Peranan makan dan dimakan di dalam ekosistem akan membentuk rantai makanan bahkan jaring-jaring makanan. Perhatikan contoh sebuah rantai makanan ini: daun berwarna hijau (Produsen) --> ulat (Konsumen I) --> ayam (Konsumen II) --> musang (Konsumen III) --> macan (Konsumen IV/Puncak). Coba Anda buat sebuah rantai makanan seperti contoh, Anda pernah melakukannya sewaktu di SMP bukan?
Dalam ekosistem rantai makanan jarang berlangsung dalam urutan linier seperti di atas, tetapi membentuk jaring-jaring makanan (food web).
Peran dekomposer ditempati oleh organisme yang bersifat saprofit, yaitu bakteri pengurai dan jamur saproba. Keberadaan dekomposer sangat penting dalam ekosistem. Oleh dekomposer, hewan atau tumbuhan yang mati akan diuraikan dan dikembalikan ke tanah menjadi unsur hara (zat anorganik) yang penting bagi pertumbuhan tumbuhan. Aktivitas pengurai juga menghasilkan gas karbondioksida yang penting bagi fotosintesis. Coba Anda pikirkan apakah yang terjadi jika di dunia ini tidak ada bakteri pengurai dan jamur saproba?
Pada hakikatnya dalam organisasi kehidupan tingkat ekosistem terjadi proses-proses sirkulasi materi, transformasi, akumulasi energi, dan akumulasi materi melalui organisme. Ekosistem juga merupakan suatu sistem yang terbuka dan dinamis. Keluar masuknya energi dan materi bertujuan mempertahankan organisasinya serta mempertahankan fungsinya. Zat-zat anorganik dalam suatu ekosistem tetap konstan atau seimbang, mengapa? Ya, karena unsur-unsur kimia esensial pembentuk protoplasma beredar dalam biosfer melalui siklus biogeokimiawi. Contoh siklus biogeokimiawi adalah siklus carbon, siklus oksigen, siklus nitrogen, siklus fosfor, dan siklus sulfur. (Materi ini akan Anda pelajari khusus pada materi Daur Biogeokimia.) Maka dari itulah keseimbangan dalam ekosistem sangat penting untuk selalu terjaga.
Namun keseimbangan ekosistem dapat terganggu jika komponen-komponen penyusunnya rusak atau bahkan hilang. Apakah yang menjadi penyebab rusaknya keseimbangan ekosistem? Ya benar, selain karena bencana alam, ekosistem dapat rusak akibat perbuatan manusia. Coba Anda berikan contoh kerusakan ekosistem akibat bencana alam? Ya betul, contoh kerusakan ekosistem akibat bencana alam adalah letusan gunung berapi, dimana lahar panasnya dapat mematikan organisme (hewan dan tumbuhan) dan mikroorganisme yang dilaluinya. Dapatkah Anda berikan contoh lainnya? Coba Anda berikan pula contoh kerusakan ekosistem akibat perbuatan manusia! Ya benar, penggundulan hutan, serta pencemaran air, tanah dan udara. Dapatkah Anda berikan contoh lainnya?
Sumber : e-dukasi.net
Id.wikipedia.org